Hari
itu hujan menerpa kota kami, kota kecil nan tenang “Bondowoso”. Saat pertama
kali kalian mendengar nama kota kami, pasti yang ada dipikirannya adalah
Bandung-Bondowoso dalam dongeng. Atau mungkin respon mereka akan begini
“Bondowoso itu dimana? Memang ada ya di peta?”. Kota kami memang tak seterkenal
Jakarta, namun di kota ini, kami menemukan kedamaian yang tak bisa kami
dapatkan di kota kota lain.
Bondowoso
mempunyai banyak pemuda yang tangguh, yang ingin ikut memanjukan kota ini, kota
yang menurut kami telah banyak dilupakan dan banyak ditinggalkan penduduknya.
So, jika kita berbicara tentang pemuda, pasti kita akan secara otomatis
membicarakan impian impian mereka.
Saya
adalah seorang mahasiswi, yang mempunyai banyak impian pastinya. Impian untuk
masa depan saya sendiri, untuk masa depan keluarga saya, dan masa depan
Indonesia. Kenapa untuk Indonesia? Jawabannya simple, saya lahir di negara ini,
dibesarkan disini, makan dari apa yang kita bisa tanam disini, dan ini bumi
tempat saya berpijak, lalu apa yang bisa kita berikan untuk negeri ini jika
bukan sebuah prestasi. Jika bukan kita, siapa yang akan menjaga Indonesia? Apatis
itu bukan sebuah penyelesaian ataupun solusi, apatis itu sikap orang orang yang
takut untuk berjuang. Sebelum kita memperjuangkan semua yang kita impikan,
pantang untuk kita menyerah, pantang untuk kita tidak mencoba kembali. Saya mencintai
Indonesia, tanah tumpah darah saya, saya tidak pernah malu menjadi bangsa Indonesia.
Saya bangga bisa dilahirkan di atas tanah ini, menikmati kekayaan yang ada
disini. Saya ingin semua bangsa Indonesia bisa mendapat makanan yang layak,
baju yang layak, dan saya ingin bangsa ini mengelola sumber daya kita dari hulu
sampar hilir.
Dear bapak presiden
yang saya hormati,
Tanpa mengurangi rasa hormat saya, siapa pun diantara
beliau yang baru menjabat. Saya berharap bapak dapat mengatur negeri ini, dapat
membuat kami sejahtera, dapat melindungi kami sekalian, dapat melindungi apapun
yang ada di negeri ini. Harapan, cita cita kami pada negara ini ada pada bapak yang akan
memimpin kami selama 5 tahun kedepan.
Dear para mahasiswa mahasiswa
Jika kalian cinta terhadap tanah air
ini, jangan hanya banyak meminta ini dan itu pada negeri ini, seharusnya kalian
berpikir tentang apa yang bisa kalian berikan pada negeri ini? Karena talk less do more itu selalu lebih baik
daripada terlalu banyak pendapat, terlalu banyak komentar dan berdemo. Jadilah generasi
penerus yang memang benar benar berkualitas jangan hanya omong doang, dan jangan banyak meminta jika kalian belum bisa
memberi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar