Ular merupakan hewan melata yang paling ditakuti banyak orang karena racun yang berbisa. Meskipun binatang ini termasuk binatang yang mengerikan, ada juga yang sengaja memelihara ular, bahkan menjadikannya sebagai hewan kesayangan. Jika dilihat dari segi bentuknya tidak ada yang istimewa dari ular tersebut. Ular mempunyai alat indra berupa penglihatan, pembau, dan pendengaran. Pada dasarnya , mata ular sangat mirip secara fisik dengan mata vertebrata lainnya , termasuk manusia.
Pada umumnya ular tidak dapat melihat
dengan baikdan jelas objek di depannya, terkecuali beberapa spesies ular yang
telah menyesuaikan diri dengan waktu berburu di siang hari. Ular hanya dapat
melihat bentuk, tetapi tidak detail. Itulah kenapa ular pada dasarnya buta. Ada
ular yang memiliki kelopak mata, ada pula yang tidak. Akomodasi pada semua
reptil kecuali ular diatur oleh lensa yang dikelilingi dengan cincin otot
sehingga lensa dapat memipih dan membesar. Sementara pada ular, untuk akomodasi
lensa mata dapat diarahkan maju- mundur. Pada mata pada ular yang tidak
memiliki kelopak mata, tapi dilindungi oleh selaput transparan. Penglihatan
ular tidak sejelas penglihatan manusia. Sensor yang ditangkap adalah bayangan
dan sensitif terhadap cahaya dan panas. Sebagian besar ular juga memiliki mata
median yang berada di atas kepalanya. Mata median merupakan hasil envaginasi
dari dienchephalon. Mata median ini tidak membentuk gambaran retina. Fungsinya
adalah untuk mengamati durasi dari fotoperiodisme lingkungan dan memasukkan
pengaruhnya terhadap ritme biologis. Mata median ini juga berguna untuk menakar
kadar radiasi sinar matahari yang memapar tubuh ular. Pada suatu penelitian
menyebutkan bahwa mata ular yang sedang dalam proses kematian (sekarat) dapat
berfungsi seperti kamrea polaroid. Gambar kejadian terakhir yang dapat dilihat
oleh ular tersebut tersimpan di retina mata. Ular lain yang sejenis dapat melihat
gambar tersebut sehingga tahu penyebab kematian temannya. Tapi dalam sumber
tersebut dikatakan bahwa hanya jenis ular tertentu saja yang memiliki mata
polaroid tersebut.
Ular tidak memiliki daun telinga, Tapi dia bisa mendengar,
ular memiliki cara mendengar yang berbeda. Sebagai ganti telinga luar. Ular
memiliki tulang telinga dalam yang berfungsi merasakan getaran yang di terima
melalui sinyal- sinyal getaran dari lingkungan melalui rahang bawahnya. Tapi tidak bisa di terjemahkan ular sebagai bahasa.
Sehingga dapat di katakan bahwa pada dasarnya ular tidak bias mendengar suara
kita. dapat kita dengar dengan jelas. Begitu kira-kira pendengaran ular.
Ular sama dengan binatang lainnya yang
memiliki lidah, tetapi lidah ular ini ber cabang seperti lidah biawak, atau
seperti lidah komodo, Cabang pada lidah ular ini memiliki fungsi agar ular
merasakan bau mangsanya atau bau jejak yang lebih leluasa sewaktu
menjulur-julurkan lidahnya ular dapat merasakan pertikel-pertikel bau yang
ditinggalkan mangsanya. Ada alasan tertentu mengapa ular menjulur-julurkan
lidahnya. Ular ini memiliki lidah yang sensitif terhadap getaran udara. Di
dalam mulut ular terdapat sel-sel yang sangat sensitif terhadap bau, ketika
ular menjulurkan lidahnya keluar, Kemudian mendorong lidahnya ke lubang yang
ada di mulutnya untuk menguji bau yang mungkin mengarah ke makanan atau
mangsanya itulah tentang ular. Hidung ular pada ular hanya di gunakan
untuk bernafas saja. Setelah itu segala sesuatu yang di ciumnya akan di
kirimkan ke Jacobson.
Organ Jacobson dilapisi sel-sel yang dapat menganalisa bau. Selain mempunyai organ Jacobson beberapa jenis ular ada yang dilengkapi dengan lubang sensor panas (Pit Nose), yang letaknya berada di atas bibir. Lubang ini berfungsi sebagai pendeteksi panas tubuh, dilapisi selapis sel yang disebut thermoreseptor yang terhubung ke otak melalui saraf. Pesan yang disampaikan kepada otak adalah lokasi dan jarak mangsa berada. Ular yang biasa dilengkapi dengan Pit Nose ini biasanya tergolong dalam familia Viperidae dan sub familianya Crotalinae, dan ular dalam familia Boidae.
Organ Jacobson dilapisi sel-sel yang dapat menganalisa bau. Selain mempunyai organ Jacobson beberapa jenis ular ada yang dilengkapi dengan lubang sensor panas (Pit Nose), yang letaknya berada di atas bibir. Lubang ini berfungsi sebagai pendeteksi panas tubuh, dilapisi selapis sel yang disebut thermoreseptor yang terhubung ke otak melalui saraf. Pesan yang disampaikan kepada otak adalah lokasi dan jarak mangsa berada. Ular yang biasa dilengkapi dengan Pit Nose ini biasanya tergolong dalam familia Viperidae dan sub familianya Crotalinae, dan ular dalam familia Boidae.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar