Minggu, 22 Juni 2014

Masih untuk dia #surat hari ini

Untuk huruf U yang selalu ada disetiap doa-doaku.

Aku tau kita tak lagi bicara,
Kita tak lagi bertegur sapa,
Kita terhalang oleh jarak berpuluh puluh kilometer jauhnya.
Ketahuilah,

"Hari ini aku merindukanmu, sangat, sangat merindukanmu. Entah sejak kamu jadi sahabat atau musuhku dulu, aku tetap merindukanmu. Meskipun kamu tak lagi tampak dipelupuk mataku. Meskipun kita tinggal di bumi yang sama, masih dibawah langit yang sama, aku tetap merindukanmu."

Aku akan terus seperti ini,
Sama seperti 10 tahun yang lalu, aku tetap sama.

Teruntuk sahabat terbaikku,
Maaf untuk semua yang aku perbuat, maaf untuk kekacauan yang aku perbuat, maaf karena membuat semuanya salah paham dengan ini, maaf karena aku belum bisa menghapus rasaku sejak 7tahun yang lalu sampai hari ini. Maaf :(
Terimakasih untuk 13tahun ini, kamu selalu jadi sahabat yang baik, selalu ada saat aku butuh. Aku yang salah kok, iya aku yang salah :( harusnya rasa ini tidak pernah ada. 


Teruntuk Allah yang selalu ada didalam doaku,
Bantu aku menghapus namanya ya Rabb, aku tau dia bukan untukku. Aku tau Engkau yang menguasai hatiku ya Rabb....
ubahlah hatiku, 
karena aku telah lelah untuk berpura pura tegar, aku lelah membohongi hatiku sendiri ya Rabb. 
Aku tau Engkau mendengarku, ku mohon ya Rabb... 
Sebenarnya aku tidak ingin mengeluh, tapi tidakkah cukup? dalam 7 tahun ini aku diabaikan :(
Tidakkah Engkau menyayangiku :( dan mengasihaniku ya Rabb :(

Rabu, 11 Juni 2014

Percuma, untuk apa?

Assalammualaikum.
In this post i wanna share about caring or not.

Ada hari ketika kamu sudah lelah menahan semuanya, menahan keinginan untuk mengungkapkan harapan yang kamu miliki. Karena ada banyak sekali keinginan yang ingin diutarakan seperti rindu, ingin disayang, ingin berada di sisinya. Ketika semua keinginan itu seolah olah berputar-putar di kepala, tapi kemudian stok “gengsi” yang kamu punya sudah habis, bahkan seluruhnya.

Ada hari ketika kamu harus berhenti untuk meminta. Lalu kamu menghentikan setiap keinginan yang ada. Percuma, untuk apa?, tidak peka. Dan sesaat kemudian tersadar, mau sampai kapan mati-matian “nurunin gengsi” demi mendapatkan sesuatu yang seharusnya tak perlu diminta. Untuk apa bela-belain mengatakan semua yang dirasa. Itu hanya mengurangi harga diri yang dipunya. Percuma, untuk apa?, tidak peka.

Ada hari dimana hati tidak terkontrol karena emosi, sehingga bukan lagi oksigen yang dihirup tapi kekecewaan. Hati, yang entah berbuat apa, bisa begitu hebat merendam rasa sakit lalu berpura pura semua baik baik saja. Padahal sebenarnya begitu banyak menyimpan luka dan kecewa. Hati tak sepantasnya dihukum seperti tedakwa. Hingga sadar sudah terlalu lama merelakan hati tertusuk duri yang dibuat sendiri. Sekarang tidak perlu lagi menguat nguatkan hati.

Ada hari ketika permohonan maaf tidaklah berkenaan dihati, sama sekali. Merasa percuma, untuk apa, tidak peka. Terlalu pandai merangkai maaf, tapi tak cukup pintar memperbaiki. Yang ada malah berusaha dengan membuat janji palsu baru, kemudian mengingkarinya (lagi). Percuma, untuk apa, tidak peka.

And, the last..

Ada hari ketika tidak tahu lagi harus berbuat apa, mengatakan apa, dan yang bersisa hanya “hampa”. Dan hari itu adalah hari ini L


Selasa, 10 Juni 2014

Jangan banyak meminta jika kalian belum bisa memberi.

Hari itu hujan menerpa kota kami, kota kecil nan tenang “Bondowoso”. Saat pertama kali kalian mendengar nama kota kami, pasti yang ada dipikirannya adalah Bandung-Bondowoso dalam dongeng. Atau mungkin respon mereka akan begini “Bondowoso itu dimana? Memang ada ya di peta?”. Kota kami memang tak seterkenal Jakarta, namun di kota ini, kami menemukan kedamaian yang tak bisa kami dapatkan di kota kota lain.
Bondowoso mempunyai banyak pemuda yang tangguh, yang ingin ikut memanjukan kota ini, kota yang menurut kami telah banyak dilupakan dan banyak ditinggalkan penduduknya. So, jika kita berbicara tentang pemuda, pasti kita akan secara otomatis membicarakan impian impian mereka.
Saya adalah seorang mahasiswi, yang mempunyai banyak impian pastinya. Impian untuk masa depan saya sendiri, untuk masa depan keluarga saya, dan masa depan Indonesia. Kenapa untuk Indonesia? Jawabannya simple, saya lahir di negara ini, dibesarkan disini, makan dari apa yang kita bisa tanam disini, dan ini bumi tempat saya berpijak, lalu apa yang bisa kita berikan untuk negeri ini jika bukan sebuah prestasi. Jika bukan kita, siapa yang akan menjaga Indonesia? Apatis itu bukan sebuah penyelesaian ataupun solusi, apatis itu sikap orang orang yang takut untuk berjuang. Sebelum kita memperjuangkan semua yang kita impikan, pantang untuk kita menyerah, pantang untuk kita tidak mencoba kembali. Saya mencintai Indonesia, tanah tumpah darah saya, saya tidak pernah malu menjadi bangsa Indonesia. Saya bangga bisa dilahirkan di atas tanah ini, menikmati kekayaan yang ada disini. Saya ingin semua bangsa Indonesia bisa mendapat makanan yang layak, baju yang layak, dan saya ingin bangsa ini mengelola sumber daya kita dari hulu sampar hilir.

Dear bapak presiden yang saya hormati,
            Tanpa mengurangi rasa hormat saya, siapa pun diantara beliau yang baru menjabat. Saya berharap bapak dapat mengatur negeri ini, dapat membuat kami sejahtera, dapat melindungi kami sekalian, dapat melindungi apapun yang ada di negeri ini. Harapan, cita cita  kami pada negara ini ada pada bapak yang akan memimpin kami selama 5 tahun kedepan.


Dear para mahasiswa mahasiswa
            Jika kalian cinta terhadap tanah air ini, jangan hanya banyak meminta ini dan itu pada negeri ini, seharusnya kalian berpikir tentang apa yang bisa kalian berikan pada negeri ini? Karena talk less do more itu selalu lebih baik daripada terlalu banyak pendapat, terlalu banyak komentar dan berdemo. Jadilah generasi penerus yang memang benar benar berkualitas jangan hanya omong doang, dan jangan banyak meminta jika kalian belum bisa memberi.



Kamis, 05 Juni 2014

Bagaimana alat indera pada ular bekerja?


Ular merupakan hewan melata yang paling ditakuti banyak orang karena racun yang berbisa. Meskipun binatang ini termasuk binatang yang mengerikan, ada juga yang sengaja memelihara ular, bahkan menjadikannya sebagai hewan kesayangan. Jika dilihat dari segi bentuknya tidak ada yang istimewa dari ular tersebut. Ular mempunyai alat indra berupa penglihatan, pembau, dan pendengaran. Pada dasarnya , mata ular sangat mirip secara  fisik dengan mata vertebrata lainnya , termasuk manusia.  
Pada umumnya ular tidak dapat melihat dengan baikdan jelas objek di depannya, terkecuali beberapa spesies ular yang telah menyesuaikan diri dengan waktu berburu di siang hari. Ular hanya dapat melihat bentuk, tetapi tidak detail. Itulah kenapa ular pada dasarnya buta. Ada ular yang memiliki kelopak mata, ada pula yang tidak. Akomodasi pada semua reptil kecuali ular diatur oleh lensa yang dikelilingi dengan cincin otot sehingga lensa dapat memipih dan membesar. Sementara pada ular, untuk akomodasi lensa mata dapat diarahkan maju- mundur. Pada mata pada ular yang tidak memiliki kelopak mata, tapi dilindungi oleh selaput transparan. Penglihatan ular tidak sejelas penglihatan manusia. Sensor yang ditangkap adalah bayangan dan sensitif terhadap cahaya dan panas. Sebagian besar ular juga memiliki mata median yang berada di atas kepalanya. Mata median merupakan hasil envaginasi dari dienchephalon. Mata median ini tidak membentuk gambaran retina. Fungsinya adalah untuk mengamati durasi dari fotoperiodisme lingkungan dan memasukkan pengaruhnya terhadap ritme biologis. Mata median ini juga berguna untuk menakar kadar radiasi sinar matahari yang memapar tubuh ular. Pada suatu penelitian menyebutkan bahwa mata ular yang sedang dalam proses kematian (sekarat) dapat berfungsi seperti kamrea polaroid. Gambar kejadian terakhir yang dapat dilihat oleh ular tersebut tersimpan di retina mata. Ular lain yang sejenis dapat melihat gambar tersebut sehingga tahu penyebab kematian temannya. Tapi dalam sumber tersebut dikatakan bahwa hanya jenis ular tertentu saja yang memiliki mata polaroid tersebut.
Ular  tidak memiliki daun telinga, Tapi dia bisa mendengar, ular memiliki cara mendengar yang berbeda. Sebagai ganti telinga luar. Ular memiliki tulang telinga dalam yang berfungsi merasakan getaran yang di terima melalui sinyal- sinyal getaran dari lingkungan melalui rahang bawahnya.  Tapi tidak bisa di terjemahkan ular sebagai bahasa. Sehingga dapat di katakan bahwa pada dasarnya ular tidak bias mendengar suara kita. dapat kita dengar dengan jelas. Begitu kira-kira pendengaran ular.
Ular sama dengan binatang lainnya yang memiliki lidah, tetapi lidah ular ini ber cabang seperti lidah biawak, atau seperti lidah komodo, Cabang pada lidah ular ini memiliki fungsi agar ular merasakan bau mangsanya atau bau jejak yang lebih leluasa sewaktu menjulur-julurkan lidahnya ular dapat merasakan pertikel-pertikel bau yang ditinggalkan mangsanya. Ada alasan tertentu mengapa ular menjulur-julurkan lidahnya. Ular ini memiliki lidah yang sensitif terhadap getaran udara. Di dalam mulut ular terdapat sel-sel yang sangat sensitif terhadap bau, ketika ular menjulurkan lidahnya keluar, Kemudian mendorong lidahnya ke lubang yang ada di mulutnya untuk menguji bau yang mungkin mengarah ke makanan atau mangsanya itulah tentang ular. Hidung ular pada ular hanya di gunakan untuk bernafas saja. Setelah itu segala sesuatu yang di ciumnya akan di kirimkan ke Jacobson.
Organ Jacobson dilapisi sel-sel yang dapat menganalisa bau. Selain mempunyai organ Jacobson beberapa jenis ular ada yang dilengkapi dengan lubang sensor panas (Pit Nose), yang letaknya berada di atas bibir. Lubang ini berfungsi sebagai pendeteksi panas tubuh, dilapisi selapis sel yang disebut thermoreseptor yang terhubung ke otak melalui saraf. Pesan yang disampaikan kepada otak adalah lokasi dan jarak mangsa berada. Ular yang biasa dilengkapi dengan Pit Nose ini biasanya tergolong dalam familia Viperidae dan sub familianya Crotalinae, dan ular dalam familia Boidae.

Selasa, 03 Juni 2014

First Love, I'm home--

Untuk huruf U yang menjadi alasanku untuk selalu tersenyum-----

Dear, hari ini turun hujan sepanjang sore dikota ini. Menurut para psikolog, hujan itu bagaikan sihir dari langit. disetiap tetesan airnya seolah menuntun ingatan orang untuk memanggil satu demi satu kenangan yang sudah terlewati . Bunyinya ketika jatuh menghantam tanah, atap rumah atau mungkin menerpa badan dan membuatnya basah seolah membawa banyak rasa yang tak di undang, sama seperti rasa ini.

Aku teringat akan masa masa 13 tahun silam, masa dimana untuk pertama kalinya aku mengenalmu. Masa dimana, aku kamu selalu rebutan untuk jadi the winner of the class. Tatapan yang selalu remember me about how cool you are! 

Lalu Allah menjawab semua doaku 7 tahun silam, Allah mengabulkannya :) Seharusnya kamu tau betapa happy nya aku, kita ada disekolah yang sama, kelas yang sama. Seharusnya kamu tau :( but I know hati kamu bukan buat aku, but for someone else yang sepertinya lebih beruntung more than me.

Bisa lihat kamu tersenyum, bisa jadi sahabatmu, bisa liat wajahmu its enough for me. Aku cukup tau diri. Dan aku cukup menyimpan ini semua dalam diam-ku selama ini.

"Aku tidak pernah mengubah sedikitpun perasaanku untukmu sejak 13 tahun yang lalu until now, entah kamu masih menyadarinya atau tidak. "

Sekarang...
meskipun kamu telah sangat jauh dari pelupuk mataku, terhalang jarak berpuluh puluh kilometer dan benar benar jauh meninggalkanku dengan sejuta tanda tanya yang masih kusimpan hingga saat ini.

Tapi, harus ku akui
kini, aku merindukannya lebih dalam dan dalam lagi, sejak kita tak pernah bertanya kabar satu sama lain dan sejak aku tak melihat senyuman itu lagi.

Dear, ketahuilah,
hatiku itu cuma milik kamu, sejak kamu jadi pesaingku, sejak kamu jadi temanku, lalu kemudian jadi sahabatku. Dan kemudian Allah memisahkan kita dengan jarak, tapi hati ini masih punyamu.

Kadang aku merasa, kamu membenciku, tak menganggapku ada. Apa karena aku bukan gita? Apa karena aku bukan "hinata" buat kamu? :(  

Masih Untuk Dia


Titip dia ya Allah,
Jaga dia seperti Engkau menjaga ku
Selalu sabarkan dia,

Bangunkan dia ketika adzan subuh Mu memanggil.
Karena setiap hari hati ingin sekali bertanya, bagaimana ia bisa memulai hari jika melewatkan subuhnya?


Ingatkan dia untuk pulang ke rumah saat maghrib Mu berkumandang
Dekap dia dalam sujudnya sebelum tidur
Biarkan dia terjaga dalam tahajjudnya di malam hari hanya untuk meminta petunjuk Mu.
Dan ketika meragu, bisikkan kepada nya untuk segera beristikharah.

Karena sungguh aku tidak bisa menjangkaunya

Jadikan dia pribadi yang hebat yang bisa menguatkan aku kelak...
Jadikan bahunya satu-satunya tempat aku bersandar...
Jadikan tangannya satu-satunya yang menghapus air mataku..
Jadikan dekapannya yang paling menenangkan aku..
Jadikan dia Ayah yang hebat bagi anak-anak ku kelak..


Lalu aku mohon, ya Allah..

Kuatkanlah kedua tangannya untuk mencari rizqi Mu..
Jangan ganti senyum manisnya dengan amarah, karena disitulah separuh kekuatanku
Meski mungkin sekalipun aku belum pernah mengenalnya,
meski hatiku menerka-nerka wajahnya, warna bola matanya, dan siapa namanya.
Entah dia datang dari masa lalu atau memang benar-benar orang yang baru yang akan aku kenal..
Katakan kepadanya, aku menunggunya...

Selalu dalam tiap sujudku, aku mendoakannya...
Sampaikan salam ku untuk dia yang akan mendampingiku kelak, ya Allah.
Untuk dia yang nantinya hanya satu-satunya lelaki yang aku cintai dan mencintai aku.
Katakan kepadanya, bahwa setelah mendoakan kedua orang tuaku dan keselamatan diriku, doaku tak pernah putus untuknya..


Dalam hajat ku, istikharah ku, juga tahajjudku..
Aku menunggu imam hatiku menemukan aku.
Dia satu-satunya lelaki yang selalu aku doakan untuk menjadi pendamping hidupku...
Ya Allah, jangan pernah bosan mendengarkan doa hamba, yang masih untuk dia.